Kamis, 04 Juli 2013

TULISAN SOFTSKILL : KETERKAITAN KEMISKINAN DAN PENGANGGURAN

 
NAMA                : BULDAN ABDUL LATIF
NPM                    : 21212525
KELAS                : 1EB10
TUGAS                : TULISAN
MATAKULIAH    : PEREKONOMIAN INDONESIA


               Banyak sekali permasalahan sosial yang terjadi dalam masyarakat Indonesia, yang kemudian dari waktu ke waktu menjadi suatu permasalahan yang kompleks dan seakan-akan sulit untuk dibenahi. Saat ini saya ingin membahas salah satu permasalahan sosial yang sudah lama menjadi suatu permasalahan yang berlarut-larut dan bahkan semakin parah, yaitu tentang “Pengangguran dan Keterkaitannya Dengan Kemiskinan”.
                Dua permasalahan sosial ini saling berkaitan, Pengangguran sendiri dapat diartikan sebagai seseorang yang tidak mempunyai pekerjaaan. permasalahan yang timbul ke permukaan berkaitan dengan pesatnya pertumbuhan penduduk adalah ketidakseimbangan antara pertumbuhan lapangan pekerjaan dengan semakin bertambahnya tenaga kerja setiap tahunnya. Hal ini akan menimbulkan kelebihan penawaran tenaga kerja dibandingkan dengan permintaannya. Sehingga fenomena ini memunculkan adanya pengangguran.  Pengangguran, di satu sisi menunjukkan adanya selisih antara permintaan (demand for labor) dan penawaran tenaga kerja (supply of labor) dalam suatu perekonomian. Diluar itu terdapat juga sebab-sebab non ekonomis seperti pranata, sikap dan pola tingkah laku yang berhubungan dengan pengamanan hak kerja, serta keinginan si penganggur untuk menerima jenis pekerjaan yang lebih cocok dengan kualifikasi, aspirasi atau selera mereka. (Munir, 1985)
Permasalahan tentang pengangguran merupakan permasalahan yang sepertinya sudah mendarah daging bagi masyarakat Indonesia , mengapa saya katakan demikian ? karena masalah pengangguran sendiri dari hari ke hari semakin meningkat , menurut saya hal tersebut di mulai dari masa krisis global yang melanda Indonesia , yang menyebabkan banyak perusahaan gulung tikar dan mem PHK kan sejumlah karyawannya.
Permasalahan pengangguran juga merupakan permasalahan yang cukup serius bagi banyak negara di dunia, bahkan hampir semua negara mengalami permasalahan tentang pengangguran. Menjadi seorang pengangguran sendiri dapat mengakibatkan banyak hal negatif bagi seseorang, baik dalam dirinya  sendiri maupun di dalam kelompok sosialnya. 
Permasalahan kemiskinan sendiri  merupakan permasalan global. Semua negara di dunia pasti mengalami permasalahan tentang kemiskinan. Entah permasalahan ini cukup penting atau tidak di negara tersebut, tergantung pada presentasi tingkat kemiskinan di negara tersebut. Sedangkan kemiskinan sendiri dapat didefinisikan sebagai, kurangnya makanan dan tempat tinggal minimal yang diperlukan untuk mempertahankan hidup. Lebih khusus, kondisi ini dikenal sebagai kemiskinan absolut. Sedangkan bila dilihat dari pengertian kemiskinan relatif yaitu mereka yang tidak mempunyai apa-apa yang dibutuhkan oleh kebanyakan orang untuk hidup layak karena mereka berpenghasilan kurang dari separuh pendapatan rata-rata bangsa di negara atau daerah tersebut. Kemiskinan juga dapat diartikan sebagai keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Permasalahan kemiskinan merupakan permasalahan yang rumit dan tidak ada masalah yang sederhana untuk solusi masalah kemiskinan. Kemiskinan banyak dihubungkan dengan:
·      penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin;
·         penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga;
·         penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar;
·   penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi;
·       penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.
Tingkat stres dalam keluarga juga telah terbukti berkorelasi dengan keadaan ekonomi. Hal ini  menunjukkan bahwa kehilangan pekerjaan dan kemiskinan berikutnya berhubungan dengan kekerasan dalam keluarga, termasuk anak dan penyalahgunaan wewenang  orang tua. Keluarga miskin mengalami stres jauh lebih banyak dari keluarga kelas menengah. Selain ketidakpastian keuangan, keluarga ini lebih mungkin terkena serangkaian peristiwa negatif dan "nasib buruk," termasuk sakit, depresi, penggusuran, kehilangan pekerjaan, korban kejahatan, dan kematian keluarga. Orangtua yang mengalami masa ekonomi sulit dapat menjadi terlalu rugi dan tidak menentu, mengeluarkan tuntutan didukung oleh penghinaan, ancaman, dan hukuman fisik.
Tanggapan utama terhadap kemiskinan adalah:
·         Bantuan kemiskinan, atau membantu secara langsung kepada orang miskin. Ini telah menjadi bagian pendekatan dari masyarakat Eropa sejak zaman pertengahan.
·         Bantuan terhadap keadaan individu. Banyak macam kebijakan yang dijalankan untuk mengubah situasi orang miskin berdasarkan perorangan, termasuk hukuman, pendidikan, kerja sosial, pencarian kerja, dan lain-lain.
·         Persiapan bagi yang lemah. Daripada memberikan bantuan secara langsung kepada orang miskin, banyak negara sejahtera menyediakan bantuan untuk orang yang dikategorikan sebagai orang yang lebih mungkin miskin, seperti orang tua atau orang dengan ketidakmampuan, atau keadaan yang membuat orang miskin, seperti kebutuhan akan perawatan kesehatan.
Tingginya tingkat pengangguran yang terjadi di suatu daerah/negara juga secara otomatis tingkat kemiskinan di suatu daerah atau negara tersebut pun akan tinggi pula. Karena pengangguran merupakan permasalahan sosial yang menyebabkan seseorang akan mengalami ketidak mampuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang diakibatkan dari tingkat perekonomian nya yang rendah. Dan hal tersebut mendorong terjadinya tingkat kemiskinan yang meningkat, selain itu juga menyebabkan permasalahan sosial lainnya , seperti tingkat kriminalitas yang tinggi, kemampuan sumber daya manusia yang tidak tidak baik akibat kebutuhan gizi masyarakat yang tidak terpenuhi sebagi dampak pengangguran yang menyebabkan masyarakat menjadi miskin, lalu tingkat daya beli masyarakat pun akan melemah dalam memenuhi kebutuhan hidup minimumnya, hal ini juga mengakibatkan kurang nya kemampuan masyarakat dalam membayar pajak artinya pendapatan negara pun berkurang yang menyebabkan proses pembangunan menjadi terhambat dan tidak berkembang, kemudian hal tersebut menyebabkan banyak nya perusahaan/industri-industri yang kekurangan investor dalam berproduksi, karena tidak ada investor yang mau menanmkan sahamnya di negara/daerah yang tidak memungkinkan mereka untuk mendapatkan laba. Hal ini akan menyebabkan suatu daerah/negara.

Jadi kesimpulan hubungan antara pengangguran dengan kemiskinan yaitu:

-pengangguran berpengaruh secara signifikan 

-semakin angka pengangguran meningkat maka angka kemiskinanpun meningkat pula.

-sebaliknya jika angka pengangguran turun angka kemiskinanpu menurun.

-Jumlah penduduk meningkat,pengangguran meningkat maka angka kemiskinanpun menigkat pula.


SUMBER:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar